was successfully added to your cart.

Jadilah jurnalis lingkungan dan menangkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan kami di Sumatera!

 

Ikuti kompetisi menulis kami di Indonesia dan menangkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan jurnalisme di Medan, Sumatera Utara, dan menangkan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa pelatihan ke United Nations Biodiversity Summit di Mesir!

Kami mencari jurnalis muda dari Indonesia yang ingin membuat perubahan dengan menulis mengenai deforestasi di Indonesia serta dampaknya terhadap keanekaragaman hayati lokal.

Hutan di Indonesia memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia! Peranannya krusial terutama dalam menyediakan kebutuhan esensial seperti makanan, air, udara, serta iklim yang sehat. Meskipun demikian, praktik penggundulan hutan besar-besaran masih ditemukan yang dampaknya semakin mengancam keberlangsungan makhluk hidup yang bergantung pada hutan. Tren naik alihfungsi hutan untuk lahan perkebunan kian mengkhawatirkan, utamanya karena konsekuensi yang dapat berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Kita harus menghentikan ini! Bantu kami membuat perubahan dengan menulis tentang praktik deforestasi, dan bagaimana dampaknya pada keanekaragaman hayati dan kehidupan masyarakat setempat. Bantu kami menjaga agar Indonesia tetap hijau!

Para penulis terbaik akan memenangkan beasiswa penuh untuk menghadiri lokakarya di Medan, Sumatra Utara, mengenai jurnalisme dan keanekaragaman hayati. Pada pelatihan ini peserta akan dibekali pengetahuan instrumen untuk menjadi jurnalis kelas dunia melalui pembekalan intensif dari berbagai ahli dari dalam dan luar negeri terkait jurnalisme investigatif serta foto-jurnalistik mengenai deforestasi dan isu-isu keanekaragaman hayati.

2 Peserta terbaik dari workshop ini juga akan diberikan beasiswa pelatihan untuk menghadiri negosiasi biodiversitas internasional di Mesir dan bertemu orang-orang luar biasa dari seluruh dunia. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini!

KLIK DISINI UNTUK BERGABUNG DALAM KOMPETISI!

 

Ingin membuat perubahan? Ini yang perlu Anda lakukan:

Untuk bergabung dalam kompetisi ini, Anda harus menerbitkan 1 artikel mengenai deforestasi dan hilangnya keanekaragaman hayati di Indonesia. Artikel yang diserahkan dapat berbentuk tulisan, foto, video, maupun bentuk multimedia lainnya dan batas waktu penyerahan artikel hingga 15 Mei 2018.

Terbitkan artikel tersebut di media lokal atau nasional, bisa berupa surat kabar, majalah, portal berita online, dsb. Setelah artikel dipublish, daftarkan tautan publiksi tulisan (link artikel) melalui aplikasi kami.

Climate Tracker akan meninjau artikel yang Anda daftarkan melalui aplikasi, dan memberikan umpan balik, tips, serta memilih artikel terbaik. Untuk membantu Anda menulis tentang topik ini, kami akan membagikan toolkit informasi dan artikel berita, serta memfasilitasi diskusi bersama para ahli tentang topik tersebut melalui webinar, dan memberi Anda bantuan pribadi dan umpan balik tentang cara mengajukan artikel kepada editor, cara agar artikel dapat diterbitkan atau cara mempelajari lebih lanjut mengenai topik menarik ini di wilayah Anda. Untuk mendapatkan informasi dan rincian program terbaru, periksa aplikasi secara berkala.

10 penulis terbaik akan mendapatkan biaya perjalanan dan akomodaso untuk berpartisipasi di lokakarya jurnalisme dan keanekaragaman hayati di Medan, jadi pastikan untuk menjadi salah satu dari mereka!

Apa yang harus saya tulis?

Indonesia pernah menjadi salah satu daerah di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati paling tinggi dan memiliki hutan paling luas. Hutan merupakan aset terbesar untuk mengatasi perubahan iklim karena dapat bertindak sebagai penyerap karbon dan digunakan untuk memenuhi target pengurangan emisi nasional seperti yang tercantum dalam Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Namun, dalam dekade terakhir, sebagian besar hutan hujan Indonesia telah mengalami alih fungsi lahan untuk mendukung industri kelapa sawit dan juga industri pulp dan kertas. Baru-baru ini, lahan gambut yang juga menyimpan dan berpotensi menyerap banyak karbon, telah digantikan oleh perkebunan kelapa sawit dan pohon untuk industri pulp dan paper.

Akibatnya adalah hilangnya keanekaragaman hayati dan tingginya emisi gas rumah kaca (GRK). Deforestasi dan perubahan iklim memiliki kaitan sangat erat, yang tentunya menimbulkan pertanyaan tentang kapan, jika pernah, minyak kelapa sawit dapat memenuhi syarat sebagai produk yang ‘netral karbon‘.

Isu minyak kelapa sawit Indonesia sangatlah kompleks. Kepentingan politik, korporasi besar, dan pertanian memainkan peran dan menempatkan pembangunan berkelanjutan, kemakmuran ekonomi dan perubahan iklim jadi taruhan.

Di sisi lain, ada banyak alternatif yang dapat dilakukan di Indonesia yang menunjukkan bahwa produksi kelapa sawit dan industri kertas dapat dilakukan dengan lebih berkelanjutan tanpa menimbulkan deforestasi lebih lanjut. Misalnya melalui berbagai inovasi teknik pertanian yang sudah ada serta beralih ke model bisnis pertanian yang lebih kecil. Hal ini penting untuk digali lebih lanjut agar deforestasi di Indonesia dapat ditekan.

Tugas kitalah sebagai jurnalis dan komunikator lingkungan untuk menunjukkan urgensi dan meningkatkan ambisi dalam perjuangan melawan deforestasi, serta untuk menunjukkan bahwa sudah banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sistem yang ada.

Informasi lebih lanjut mengenai toolkit dan webinar dengan ahli akan segera diumumkan untuk membantu Anda lebih memahami topik yang kompleks namun penting ini.

 

Pertanyaan yang Sering di Ajukan

 

Peserta dari Lokakarya Climate Tracker Indonesia di Bandung pada tahun 2017.

Climate Tracker

About Climate Tracker

A network of over 7000 passionate young journalists, communicators and activists, getting climate change in the headlines around the world. Find out more about us at climatetracker.org/about/